5 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Us

Dalam dunia perdagangan internasional, kurs mata uang bisa diartikan sebagai perbandingan nilai antar mata uang dari setiap negara yang ada di dunia. Setiap negara tentu mengharapkan agar nilai mata uangnya stabil terhadap mata uang negara lain namun seringkali tak mudah mencapai tujuan itu. Menguat dan melemahnya kurs (nilai tukar) mata uang tak hanya dipengaruhi oleh kondisi dan kebijakan ekonomi di dalam negeri namun juga kondisi perekonomian luar negeri yang menjadi mitra dalam perdagangan internasional, termasuk juga kondisi politik. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat:


kurs dollar rupiah
dollar rupiah


  • Kurang mapan nya perekonomian Indonesia.
Rupiah termasuk dalam soft currency atau mata uang yang lebih riskan mengalami depresiasi (penurunan nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lain) yang penentunya adalah mekanisme pasar dan disebabkan oleh perekonomian negara yang cenderung kurang mapan. Soft currency ini juga dimiliki oleh negara-negara berkembang lainnya yang mana tergantung juga pada sentimen dunia. Semisal di negara berkembang sering terjadi konflik maupun bencana alam maka kurs mata uangnya akan cenderung melemah, begitu sebaliknya jika sentimen dunia baik terhadap negara berkembang maka kurs mata uangnya akan menguat.
  • Capital flight (pelarian modal ke luar negeri).
Modal yang ada di Indonesia terutama pada pasar finansial, kebanyakan adalah modal dari investor asing. Sehingga secara tidak langsung, nilai Rupiah banyak bergantung pada kepercayaan para investor asing terhadap prospek bisnis yang ada di Indonesia. Semakin bagus iklim bisnis di Indonesia maka akan semakin banyak investor asing yang menanamkan modalnya sehingga nilai tukar Rupiah dapat menguat. Namun jika semakin sedikit investasi asing, maka rupiah otomatis akan melemah dan ini terjadi pada saat The Fed, Bank sentral AS mengeluarkan kebijakan tight money policy yang membuat investor menarik kembali investasinya di Indonesia ke dunia barat lagi (capital flight).
  • Ketidakstabilan ekonomi dan politik dalam negeri.
Sebenarnya faktor yang paling mempengaruhi kurs Rupiah adalah kondisi ekonomi dan politik dalam Indonesia. Performa data perekonomian di Indonesia seperti pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB), inflasi dan juga neraca perdagangan impor-ekspor juga cukup berpengaruh. Begitu juga dengan ketidakstabilan politik yang terjadi di Indonesia semisal pemilihan kepala negara, polemik politik dan sebagainya menyebabkan nilai tukar mata uang Rupiah melemah bahkan anjlok.
  • Kultur yang konsumtif dan boros.
Kultur negara yang cenderung konsumtif dan juga boros serta kebijakan umum mengenai hutang piutang membuat pemerintah akan mengalami kesulitan saat berhutang di dalam negeri sehingga kekurangan yang terjadi akan ditutupi dengan cara utang ke luar negeri. Karena hutang pemerintah harus dibayar dalam mata uang dolar maka sudah dapat dipastikan jika nilai tukar mata uang Rupiah akan ikut melemah terhadap Dollar.
  • Keadaan ekonomi Amerika Serikat yang stabil.
Selain karena faktor dalam negeri penyebab menurunnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS, ternyata kondisi perekonomian AS pun juga berpengaruh terhadap naik-turunnya kurs Rupiah. Seperti dalam 8 tahun belakangan ini, kondisi ekonomi AS cukup stabil bahkan pertumbuhannya relatif pesat pada 6 tahun terakhir digambarkan dalam kondisi tingkat pengangguran yang menurun dan inflasi yang rendah. Selain itu ada rencana kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS, The Fed yang mana dalam 3 tahun ke depan akan dinaikkan menjadi 2,5-3% karena perekonomian AS yang meningkat, otomatis suku bunganya juga akan naik dengan sendirinya.

5 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Us